“FIRST LOVE FOR
ME”
Perkenalan nya di mulai dari suatu tatapan muka, yang setiap hari
bertemu. Panggil saja namaku nina (nama samaran) dan dia adalah anton(nama
samaran). Setiap hari aku dan dia selalu berpapasan muka setiap kali bertemu.
Awal nya biasa saja, tanpa ada rasa sedikit pun. Memang wajah nya manis, dan
keliatan nya orang nya kalem.
Suatu hari aku membuka jejaring social
facebook, ternyata dia mengirim pesan yang isinya
“mmmmzzztt.. boleh minta nomer hape
nya ga ?”
Dan aku membalas dengan nada bercanda
“nomer siapa? Nomer si itu bukan ?”
kataku
Itu adalah panggilan wanita yang biasa
nya di ledekin dengan nya (maaf tiak bisa di sebutkan). Lalu ia membalas
“yehh.. ya nomer kamu !”
Lalu aku bales lagi “ nomer loe duluan
aja !”
Aku sengaja tidak memberi nomer hape ku
duluan, karena takut jika bukan dia yang asli yang meminta nomer hape ku.
“yaudah ini nomer hape aku..
0896xxxxxxxx, langsung sms ya ?” katanya
“iya entar kalo inget :D” kataku
Tak lama kemudian, ku tutup notebook
ku, dan langsung sms dia.
“ini nomer hape gua..” kataku
“ohhh iya.. oke Jaku simpan “ katanya
“siip :)”
kataku
“hmm lagi ngapain ?”
Smsan dengan nya terus berjalan. Tak terasa hamper sudah 2 minggu tahap
pengenalan nya. Dan tak lama kemudian dia mengatakan cinta kepada ku. Kira kira
waktu menunjukan pukul 19.00 wib. Dan langsung aku jawab “yaudah kita jalanin
aja”
Aku menerimanya karena dari tahap
pengenalan nya baik,sopan, dan orang nya pun manis.
Waktu terus berjalan semakin cepat,
tapi selama berpacaran dengan nya, aku tidak pernah merasakan yang namanya
malam minggu dengan nya. Yaaaa.. karena tidak di izinkan oleh orang tua ku
untuk main malam. Sekedar ngobrol langsung pun kami jarang, karena hubungan
yang diam diam(backstreet). Jadi hubungan nya hanya sekedar di hp. Lama lama
mungkin dia bosan, tidak seperti teman teman nya yang merasakan malam minggu
dengan pacar nya.
“gimana sih nie pacaran ? “ katanya
“ya gak gimana gimana “ kataku
“masa malam minggu aja enggak pernah
!”
“laahh kan sebelum nya gua udah pernah
bilang. Loe pacaran sama gua ga bisa malam mingguan kaya orang lain” kataku
“kalo gini terus, jangan aja pacaran
sama aku “ katanya
“yaudah terserah, kalo mau putus ya
ayoo aja “ kataku
“dih engga mau, masa Cuma sebentar”
katanya
“kan itu terserah loe !” kataku
“iyaa… iya engga apa apa engga pernah
malam minggu juga kaya orang orang, tapi jangan putus yah ? “ katanya
“yaudah terserah ” kataku
Waktu semakin cepat, selama SMSan dengan nya, aku tidak pernah manggil
kata sayang, hanya gua loe gua loe saja yang terlontar dalam ucapan ku, mungkin
dia risih. Pada suatu saat dia marah kepada ku karena aku tidak pernah manggil
dia dengan sebutan romantis.
“gimana sih nie pacaran, engga ada
kata katanya mesra nya ?”
“emang mau loe apa ?” kataku
“panggil sayang ke, apa ke, masa
manggil gua loe gua loe terus, kayak ke temen !” katanya
“lah emang gua gini, udah
kebiasaan(maklum first love, jadi belum terbiasa)”
“orang lain mah, pacaran manggil
sayang atau apa ke, ini gua loe gua loe kayak ke temen buat ngajakin berantem
!” katanya
“orang lain mulu ngebandingin nya,
orang lain orang lain, gua ya gua, kalo pengen romantis yaudah sanah sama orang
lain” kataku dengan nada agak kesal
Dalam hubungan dengan nya, selalu saja ada konflik. Baik masalah kecil
maupun masalah besar. Tapi yang aneh nya, jika ingin putus dengan nya selalu
saja tidak jadi. Entah mengapa, dalam benak ku selau berfikir “ kenapa sih dia
mau sama aku(?) padahal kan aku kaya gini..gitu.. apa dia Cuma ingin
mempermainkan aku saja(?)”
Selalu saja terlitas dalam benak ku
semacam itu. Aku ragu dengan semua ini, tapi keraguan ku tak pernah jadi beban
dalam hubungan ini.
Kadang ku merasa jealous dengan wanita
wanita yang selalu dekat dengan nya, sementara aku tidak bisa. Selalu saja da
orang ke tiga.
Suatu hari ada wanita yang ingin
menjadi penghancur hubungan aku dengan
nya. Sebut saja namanya Rima(nama samaran). Rima adalah sosok wanita kakak kelas yang suka
kepada dia (anton). Dia memberi harapan kepada
Rima. Suatu saat aku bertengkar hebat dengan nya, dan hampir saja aku
putus dengan nya. Aku tau sosok Rima dari teman teman ku, yang kadang
menceritakan nya.
“gimana sama si rima ?” kataku
“engga gimana gimana !” katanya
“itu kemaren, ngapain aja sama si
rima,dia suka sama loe ?”
“iya katanya” kata dia
“emang dia kagak nanya apah? Loe udah
punya pacar belum ?” kataku
“iya udah, tapi aku alihin pembicaraan
nya “ katanya
“jadi dia belum tau? Gimana kalau dia
tau, pasti bakal kecewa banget dia “ kataku
“ya pastinya, mengkanya aku engga mau
cerita !”
“oh berarti loe emang ngasih harapan
ke dia, kalau mau pacaran sama dia, silahkan ! tapi putusin gua dulu “ kataku
dengan nada terisak isak karena menangis
“yehh..engga, engga mau putus “
katanya
Keesokan harinya, aku mendengar, bahwa
anton sudah mengakui kalau dia sudah punya pacar yaitu aku. Itu yang membuat ku
yakin, kalau dia benar benar sayang kepada ku dan tidak mau putus dengan aku.
Tapi tetap saja Rima menjadi penghalang hubungan aku dengan nya. Tak lama
kemudian, aku mengirim sms kepada rima. Tapi justru aku tidak ingin menegur
dia untuk menjauhi anton. Malah justru aku dan rima menjadi teman di sms, tapi
bukan di dunia nyata.
Akhirnya hubungan aku dengan nya
sampai sekarang masih aman aman saja, meskipun banyak konflik J
“THE END”
inilah kisah nyata yang pernah aku alamin, semoga kalian yang membaca ini suka yah broh :D