Senin, 01 Juli 2013

menghilangkan flek/noda hitam dengan bengkuang


Noda atau flek hitam yang ada diwajah biasanya membuat seorang cewe merasa engga percaya diri. Flek hitam bisa terjadi karena jerawat, kosmetik, bahkan sinar matahari. Hal ini tentunya sangat mengganggu cewe dan akhirnya memilih menggunakan produk kimia untuk menghilangkan masalah tersebut.
Jika kamu punya masalah  pada wajah, maka biasanya mereka akan langsung mengobatinya agar terlihat putih dan mulus. Tapi untuk menghilangkan noda hitam diwajah, nggak perlu lagi repot-repot untuk melakukan perawatan yang mengeluarkan uang banyak.
Dengan melakukan perawatan atau mengatasinya di rumah,  kamu bisa membuat kulit wajah jadi terlihat cantik. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan flek atau noda hitam di wajah adalah dengan memakai lemon.
Tapi, ketahuilah bahwa ada cara alami lain yang bisa Anda lakukan. Cara apa? Inilah cara menghilangkan noda hitam di wajah dengan bengkuang:
1. Pilih bengkuang yang segar
Alangkah baiknya, pilih bengkuang yang masih segar. Lebih bagus lagi jika memakai bengkuang yang baru saja diambil dari dalam tanah. Jika tak ada, maka bisa memakai pilihan yang pertama saja.
2. Kupas kulitnya dan cuci
Jika sudah menyiakan bengkuang, maka kamu bisa langsung mengupas kulitnya dan cuci hingga bersih.
3. Haluskan dan pakaikan ke wajah
Setelah bersih, kamu bisa menghaluskan bengkuang itu dengan cara diparut. Lalu, balurkan bengkuang tersebut ke wajah secara merata. Jika sudah dibalurkan merata ke wajah, maka diamkan selama 15 menit. Setelah itu, bilas dengan air bersih dan keringkan.
Itulah cara menghilangkan noda hitam di wajah dengan bengkuang. Lakukan cara tersebut dengan rutin, setidaknya dua kali dalam seminggu untuk mendapatkan wajah yang mulus tanpa noda. selain itu, kamu bisa melakukan cara tersebut walaupun noda atau flek hitam sudah hilang. Tujuannya agar mendapatkan kulit wajah yang sehat dan bebas jerawat .

CERPEN "FIRST LOVE FOR ME"


“FIRST LOVE FOR ME”
     Perkenalan nya di mulai dari suatu tatapan muka, yang setiap hari bertemu. Panggil saja namaku nina (nama samaran) dan dia adalah anton(nama samaran). Setiap hari aku dan dia selalu berpapasan muka setiap kali bertemu. Awal nya biasa saja, tanpa ada rasa sedikit pun. Memang wajah nya manis, dan keliatan nya orang nya kalem.
Suatu hari aku membuka jejaring social facebook, ternyata dia mengirim pesan yang isinya
“mmmmzzztt.. boleh minta nomer hape nya ga ?”
Dan aku membalas dengan nada bercanda
“nomer siapa? Nomer si itu bukan ?” kataku
Itu adalah panggilan wanita yang biasa nya di ledekin dengan nya (maaf tiak bisa di sebutkan). Lalu ia membalas
“yehh.. ya nomer kamu !”
Lalu aku bales lagi “ nomer loe duluan aja !”
Aku sengaja tidak memberi nomer hape ku duluan, karena takut jika bukan dia yang asli yang meminta nomer hape ku.
“yaudah ini nomer hape aku.. 0896xxxxxxxx, langsung sms ya ?” katanya
“iya entar kalo inget :D” kataku
Tak lama kemudian, ku tutup notebook ku, dan langsung sms dia.
“ini nomer hape gua..” kataku
“ohhh iya.. oke Jaku simpan “ katanya
“siip :)” kataku
“hmm lagi ngapain ?”
    Smsan dengan nya terus berjalan. Tak terasa hamper sudah 2 minggu tahap pengenalan nya. Dan tak lama kemudian dia mengatakan cinta kepada ku. Kira kira waktu menunjukan pukul 19.00 wib. Dan langsung aku jawab “yaudah kita jalanin aja”
Aku menerimanya karena dari tahap pengenalan nya baik,sopan, dan orang nya pun manis.
Waktu terus berjalan semakin cepat, tapi selama berpacaran dengan nya, aku tidak pernah merasakan yang namanya malam minggu dengan nya. Yaaaa.. karena tidak di izinkan oleh orang tua ku untuk main malam. Sekedar ngobrol langsung pun kami jarang, karena hubungan yang diam diam(backstreet). Jadi hubungan nya hanya sekedar di hp. Lama lama mungkin dia bosan, tidak seperti teman teman nya yang merasakan malam minggu dengan pacar nya.
“gimana sih nie pacaran ? “ katanya
“ya gak gimana gimana “ kataku
“masa malam minggu aja enggak pernah !”
“laahh kan sebelum nya gua udah pernah bilang. Loe pacaran sama gua ga bisa malam mingguan kaya orang lain” kataku
“kalo gini terus, jangan aja pacaran sama aku “ katanya
“yaudah terserah, kalo mau putus ya ayoo aja “ kataku
“dih engga mau, masa Cuma sebentar” katanya
“kan itu terserah loe !” kataku
“iyaa… iya engga apa apa engga pernah malam minggu juga kaya orang orang, tapi jangan putus yah ? “ katanya
“yaudah terserah ” kataku
    Waktu semakin cepat, selama SMSan dengan nya, aku tidak pernah manggil kata sayang, hanya gua loe gua loe saja yang terlontar dalam ucapan ku, mungkin dia risih. Pada suatu saat dia marah kepada ku karena aku tidak pernah manggil dia dengan sebutan romantis.
“gimana sih nie pacaran, engga ada kata katanya mesra nya ?”
“emang mau loe apa ?” kataku
“panggil sayang ke, apa ke, masa manggil gua loe gua loe terus, kayak ke temen !” katanya
“lah emang gua gini, udah kebiasaan(maklum first love, jadi belum terbiasa)”
“orang lain mah, pacaran manggil sayang atau apa ke, ini gua loe gua loe kayak ke temen buat ngajakin berantem !” katanya
“orang lain mulu ngebandingin nya, orang lain orang lain, gua ya gua, kalo pengen romantis yaudah sanah sama orang lain” kataku dengan nada agak kesal
     Dalam hubungan dengan nya, selalu saja ada konflik. Baik masalah kecil maupun masalah besar. Tapi yang aneh nya, jika ingin putus dengan nya selalu saja tidak jadi. Entah mengapa, dalam benak ku selau berfikir “ kenapa sih dia mau sama aku(?) padahal kan aku kaya gini..gitu.. apa dia Cuma ingin mempermainkan aku saja(?)”
Selalu saja terlitas dalam benak ku semacam itu. Aku ragu dengan semua ini, tapi keraguan ku tak pernah jadi beban dalam hubungan ini.
Kadang ku merasa jealous dengan wanita wanita yang selalu dekat dengan nya, sementara aku tidak bisa. Selalu saja da orang ke tiga.
Suatu hari ada wanita yang ingin menjadi penghancur  hubungan aku dengan nya. Sebut saja namanya Rima(nama samaran). Rima adalah sosok wanita kakak kelas yang suka kepada dia (anton). Dia memberi harapan kepada  Rima. Suatu saat aku bertengkar hebat dengan nya, dan hampir saja aku putus dengan nya. Aku tau sosok Rima dari teman teman ku, yang kadang menceritakan nya.
“gimana sama si rima ?” kataku
“engga gimana gimana !” katanya
“itu kemaren, ngapain aja sama si rima,dia suka sama loe ?”
“iya katanya” kata dia
“emang dia kagak nanya apah? Loe udah punya pacar belum ?” kataku
“iya udah, tapi aku alihin pembicaraan nya “ katanya
“jadi dia belum tau? Gimana kalau dia tau, pasti bakal kecewa banget dia “ kataku
“ya pastinya, mengkanya aku engga mau cerita !”
“oh berarti loe emang ngasih harapan ke dia, kalau mau pacaran sama dia, silahkan ! tapi putusin gua dulu “ kataku dengan nada terisak isak karena menangis
“yehh..engga, engga mau putus “ katanya
Keesokan harinya, aku mendengar, bahwa anton sudah mengakui kalau dia sudah punya pacar yaitu aku. Itu yang membuat ku yakin, kalau dia benar benar sayang kepada ku dan tidak mau putus dengan aku. Tapi tetap saja Rima menjadi penghalang hubungan aku dengan nya. Tak lama kemudian, aku mengirim sms kepada rima. Tapi justru aku tidak ingin menegur dia untuk menjauhi anton. Malah justru aku dan rima menjadi teman di sms, tapi bukan di dunia nyata.
Akhirnya hubungan aku dengan nya sampai sekarang masih aman aman saja, meskipun banyak konflik J
THE END”
inilah kisah nyata yang pernah aku alamin, semoga kalian yang membaca ini suka yah broh :D